P R E T E N S I
Air mata tidak pernah berbohong tentang rasa
Bila pahit, ia tak pernah menyebutnya gula
Bila sedih, tak pernah pula ia mengusahakan
tawa
Air mata di pipinya sebenarnya telah
menceritakan segalanya
Segala hal yang mungkin tak bisa ia jelaskan
dengan kata
Tentang seseorang yang selalu berjuang, meski
perjuangannya tak pernah menghasilkan hal yang diinginkannya
Tentang seseorang yang merindu, meski rindunya
tak pernah berbalas, bahkan pun tidak tersampaikan
Tentnag seseorang yang mendoakan kebaikan pada
orang lain, meski pada akhirnya tak ada secuil kebaikan dunia terjadi padanya
Lalu, jika akhirnya ia memutuskan untuk
menyerah, ia memilih untuk berhenti, atau ia menyadari saatnya untuk pergi. Apakah
kemudian semua ini menjadi salahnya?
“Perjuanganmu tak cukup besar”
“Gema rindumu kurang terdengar”
“Doamu teras tidak tulus”
Kata orang-orang yang tidak mau berusaha
mencari tahu, tidak mau berusaha bertanya, dan tidak mau mencoba mengerti.
Lalu, apakah adil baginya?
Sedang orang yang ia perjuangkan, memberikan
perhatiannya kepada orang lain
Sedang orang yang ia rindukan, berbagi
kebahagiannya dengan orang lain
Sedang orang yang ia doakan, tak pernah
sedetikpun menoleh kepadanya
Mungkin memang lebih baik jika ia menyerah,
sudah saatnya ia mengeluh lelah
Mungkin memang saatnya untuk ia berhenti, sudah
saatnya ia menyadari dirinya pun berarti
Mungkin memang keputusan terbaik baginya adalah
pergi, sudah saatnya ia menemukan seseorang lain untuk tempatnya berbagi
Depok,
November 16, 2019
Komentar
Posting Komentar