I N T O X I C A T E D
Ini tentang
pilihan, katamu
Ada yang dijaga,
ada yang disakiti
Ada yang disimpan,
ada yang dilepaskan
Ada yang
diperjuangkan, ada yang dikorbankan.
Bolehkah aku
berkomentar atas pilihanmu?
Aku hanya akan
mengajukan beberapa pertanyaan. Ada padamu ingin menjawabnya atau tidak.
Apakah yang kau pilih
untuk kau jaga, tidak tersakiti olehmu?
Apakah yang ingin
kau simpan, bisa kau jamin tak akan kau lepaskan?
Apakah yang sedang
kau perjuangkan, berkorban pula padamu?
Jika jawaban dari
semua pertanyaanku adalah tidak, lalu untuk apa kau memilih?
Pilihan tak hanya
ada dua, hidup bukan bilangan biner. Bukankah kau sudah tau itu? Seingatku,
kita pernah membicarakan ini sebelumnya. Kau mengangguk seolah mengerti saat
itu.
Dan pula,
Bagaimana jika sesuatu
yang dengan susah hati kau jaga, ternyata menyakitimu?
Apa yang akan kau
lakukan jika sesuatu yang kau simpan, ternyata terkekang olehmu, menunggu untuk
dilepaskan?
Relakah dirimu, jika
yang kau perjuangkan, mengorbankan hatinya pada sesuatu yang lain?
Bisakah kau
menjamin itu? Tidak bisa?
Dari semua yang
aku ucapkan, mungkin aku terdengar sinis, tapi tidak, aku hanya ingin kau
bersikap realistis.
Tidak perlu kau
dibutakan, tidak perlu kau memakai kacamata kuda, tidak perlu kau menutup
telinga, dan tidak perlu kau menarik diri dari sekelilingmu.
Masuk ke dalam
zona yang kau buat sendiri, dan kau sebut itu sebagai cinta dan kasih sayang. Siapa
yang ingin kau bohongi? Dirimu sendiri? Atau hatimu, yang belum yakin atas
pilihanmu?
Dunia tidak
berputar padamu, Tuan. Semesta tidak berjalan sesuai titahmu. Sadari itu! Salam
dariku, semoga kau berbahagia dan beryakin teguh atas pilihanmu!
Depok,
Jan 3, 2020
Komentar
Posting Komentar