KEBAL EMPATI
Sore itu di pintu masuk terminal
Dua laki-laki paruh baya meributkan uang sewa
Satu penumpang satu pengemudi
Keduanya bersikeras merasa paling benar
Beradu otot suara mencoba memenangkan ego
Saling mengancam dan melempar sumpah
Leraian dari petugas pun terasa seperti angin lalu
Tidak sedikitpun dipedulikan mereka
Pasti mereka merasakan lelah yang sama
Pasti mereka memikul beban hidup yang sama
Si penumpang mengeluhkan tunjangan hari raya yang tak kunjung ada
Si pengemudi pusing memikirkan setoran yang belum terkumpul
Betapa malangnya
Entah siapa yang harus paling dikasihani
Mungkin aku yang harus dikasihani
Aku yang merasa bosan menyaksikan keributan sore itu
Aku yang kemudian membuka gawai dan membaca berita artis cerai
Aku yang harus dikasihani, kasihan aku yang ternyata sudah kebal empati
Komentar
Posting Komentar