undangan
Segelas es kopi yang
sudah kehilangan pahitnya menjadi saksi
Sudah kali keberapa
jarum jam menemui angka dua belas
Sepotong bolu almond
panggang mengamati sendiri
Matahari terbenam dan
deru kendaraan perlahan memelas
Tak juga terlihat
sosokmu, tak juga tampak ragamu
Kusabarkan diri menunda
kedatangan malam
Sesaat aku memutuskan
pulang, kamu datang
Baru saja aku beranjak,
kamu tampak
Kutunda kepulangan,
kuundurkan kepergian
Kamu duduk di seberang
meja pualam, terdiam
Kamu ulurkan sebuah
amplop kertas, pipih namun tegas
Kuterima, sembari
mencerna, sembari menerka
Tanpa aba kamu bangkit
dari dudukmu.
Aku buru-buru, katamu
Kamu melambaikan tangan
basa basi
Aku balas senyum tanpa
hati
Dua detik dan kamu
hilang dari pandang
Amplop pemberianmu masih
kugenggam
Menimbang haruskah kubuka
atau kubuang
Kubuka akhirnya,
kukeluarkan selembar kertas
Ada namaku di bagian
depan
Namamu dan namanya di
bagian dalam
Tentu saja, itu
undangan pernikahan
dkv~
Komentar
Posting Komentar